Skip to main content

Posts

Obat Kedaluwarsa. Pengawasan Mandul, Kesehatan Jadi Taruhan

Tertangkapnya penjual obat kedaluwarsa oleh aparat Polda Metro Jaya, pekan lalu, menguak realitas mencemaskan di pasar barang yang dibeli warga demi kesehatan itu. Di lapangan ditemukan, pengawasan terhadap pemasaran obat-obatan ini bisa dikatakan mandul. Sejumlah pemilik toko obat yang berlabel “apotek rakyat” mengaku jarang sekali ada pengawasan dari instansi berwenang. Apoteker pun hanya datang jika dibutuhknan. Ria (40), pemilik Apotek rakyat Anugrah di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, mengaku kios apoteknya tak pernah dikunjungi  pengawas dari mana pun. Bahkan, Ria balik bertanya profil pengawas obat tersebut. “Yang seperti apa, yah, pengawas itu? Saya sendiri enggak pernah lihat. Mungkin mereka datang tidak pakai seragam. Tapi juga tak pernah ada teguran atau pertanyaan, “ kata Ria, saat ditemui Jumat (9/9). Apoteker pun, kata Ria juga tak memeriksa satu per satu. Obat di kiosnya. Menurut dia, apoteker di kiosnya hanya datang jika dibutuhkan untuk tanda tangan pembelian ...

Jenis Obat Palsu Bertambah

JAKARTA, KOMPAS – Perdagangan obat palsu dan ilegal marak terjadi di Indonesia. Obat-obat palsu tidak hanya mencakup obat penambah vitalitas, tetapi juga obat malaria, diabetes, dan antibiotik. “Data regional menunjukkan, obat-obatan penahan rasa sakit, antibiotik, malaria, dan diabetes paling sering dipalsukan,” kata Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake dalam pidato pembukaan acara Edukasi Bahaya Obat Palsu dan Kosmetik Palsu Melalui Iklan Layanan Masyarakat, di Jakarta, Rabu (26/2). Acara ini melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Masyarakat Indonesia anti Pemalsuan. Kepla BPOM Roy Sparringa mengatakan, obat-obatan yang paling banyak  dipalsukan di Indonesia adalah obat disfungsi ereksi, pelangsing badan, penurun kolesterol, dan pemutih kulit. Selain itu, obat yang seharusnya dberlkan berdasarkan resep dokter  juga dipalsukan dan dijual di warung-warung. Ini terbukti dalam  Operasi Storm yang dilakukan Satuan Tugas Pemberan...

Hukum Berat Produsen Obat Ilegal

JAKARTA – Penemuan jutaan butir obat ilegal sangat meresahkan masyarakat. Karenanya diperlukan hukuman berat bagi produsen obat-obatan yang tidak memiliki izin edar tersebut. Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibyo (HT) mendorong diberikannya sanks berat kepada produsen obat ilegal. Menurutnya ini merupakan jenis kejahatan yang tergolong kejam karena menipu orang dalam kondisi butuh pertolongan.  “Kan orang sakit perlu sembuh, dikasih obat palsu bukan malah sembuh, tetapi bisa tambah berantakan kalau obatnya isinya yang tidak-tidak. Jadi itu harus diberi sanksi tegas. Sudah menipu, bahaya lagi, “ tegas HT di Jakarta, kemarin. HT menandaskan, pelaku yang sudah jelas mendapat keuntungan besar dari bisnis obat ilegal ini tidak cukup hanya mendapat hukuman penjara, tetapi juga denda yang dapat menjerakan. “Jadi yang harus dilakukan (bukan cuma) hukum badan, tapi denda besar juga, jadi kapok. Sudah uangnya dikembalikan, hukuman badan lagi. Orang akan kapok,” tuturnya. ...

Menghentikan Obat Ilegal

Terungkapnya  produksi obat ilegal dan peredaran obat kedaluwarsa mengingatkan kembali pada kerentanan konsumen dalam isu kesehatan. Temuan pihak kepolisian serta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memperlihatkan produksi obat llegal dan penggantian tanggal kedaluwarsa obat telah menjadi bisnis ilegal berskala besar. Obat ilegal diproduksi  di lima pabrik di kawasan pergudangan Surya Balaraja, Tangerang. Sementara penggantian tanggal kedaluwarsa dilakukan di banyak toko obat di Pasar Kramat Jati dan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, yang dikenal sebagai pusat penjualan obat. Toko-toko tersebut memiliki peralatan yang diduga digunakan mengganti tanggal kedaluwarsa obat. Sebelum kepolisian dan BPOM mengungkap adanya produksi dan distribusi obat ilegal dan obat kedaluwarsa, harian Kompas sudah melaporkan adanya bisnis ilegal tersebut pada 12 Agustus lalu. Apotek rakyat di pusat penjualan obat di atas menjadi sasaran para pemasar obat ilegal. Dari sana obat ilegal d...

Obat Herbal Paradigma Baru dalam Layanan Kesehatan

JAKARTA (Pos Kota) – Obat herbal kini menjadi paradigma baru dalam pelayanan kesehatan. Fakta tersebut mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang obat herbal perlu terus dilakukan baik oleh pemerintah, akedemisi, dunia usaha maupun masyarakat. “Di antaranya adalah penelitian obat herbal berbasis pelayanan kesehatan,” kata Dirut PT Sido Muncul Irwan di sela seminar herbal ke-33 yang menggandeng Universitas Padjajaran dan PT Berlico Farma, kemarin. Tampil sebagai pembicara antara lain Endang Pudjiwati, Apt. MM (Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen), Dedi Kuswenda, M.Kes (Direktur Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional), Prof. Edi Dharmana, (Guru Besar Universitas Diponegoro)_ dan lainnya. Menurut Irwan, penggunaan obat hebal harus lulus uji klinis atau disebut fitofarmaka pada manusia. Uji klinis tersebut dibutuhkan agar obat herbal yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman serta terjamin mutu dan ...

Harga Obat Tak Terjangkau

Saya ibu seorang putra berusia 23 tahun. April 2013, anak saya didiagnosis hepatitis C. Sejak itu, oleh dokter ia disuntik Pegintron dan menelan obat Rebetol selama enam bulan (24 minggu). Penularan virus diduga terjadi melalui transfusi darah, saat anak saya sakit demam berdarah pada 1995, pada usia dua tahun. Tes HCV RNA pada akhir  masa enam bulan pertama dan enam bulan kedua setelah pengobatan menunjukkan hasil baik (virus tidak terdeteksi). Namun, hasil tes setelah enam bulan ketiga, 4 September 2015, menunjukkan virus muncul kembali. Saya sebagai ibu merasa sedih sekali. Terlebih mengetahui penyakit tersebut dapat berkembang menjadi sirosis dan kanker hati yang sangat berbahaya. Dokter menyarankan agar pengobatan diulang pada Desember 2015, tetapi memakai obat lain sejenis. Pegasys. Dokter juga menginformasikan, sudah ada obat hepatitis C baru bernama Sofosbuvir yang jauh lebih baik. Saya pun mencari informsi obat tersebut di internet. Obat itu ada, tetapi belum ...