Skip to main content

Obat Herbal Paradigma Baru dalam Layanan Kesehatan

JAKARTA (Pos Kota) – Obat herbal kini menjadi paradigma baru dalam pelayanan kesehatan. Fakta tersebut mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang obat herbal perlu terus dilakukan baik oleh pemerintah, akedemisi, dunia usaha maupun masyarakat.

“Di antaranya adalah penelitian obat herbal berbasis pelayanan kesehatan,” kata Dirut PT Sido Muncul Irwan di sela seminar herbal ke-33 yang menggandeng Universitas Padjajaran dan PT Berlico Farma, kemarin.

Tampil sebagai pembicara antara lain Endang Pudjiwati, Apt. MM (Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen), Dedi Kuswenda, M.Kes (Direktur Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional), Prof. Edi Dharmana, (Guru Besar Universitas Diponegoro)_ dan lainnya.

Menurut Irwan, penggunaan obat hebal harus lulus uji klinis atau disebut fitofarmaka pada manusia. Uji klinis tersebut dibutuhkan agar obat herbal yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman serta terjamin mutu dan kualitasnya.

Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen BPOM Endang Pudjiwati, meski keamanan obat tradisional sudah dijamin, namun BPOM tetap mengawasi efek samping obat yang beredar di masyarakat karena sering kali ditemukan jamu yang mengandung obat kimia.

“Agar terhindar dari obat herbal nyang tidak aman, maka konsumen perlu mengecek nomor registrasi produk melalui situs BPOM atau meminta informasi ke layanan konsumen BPOM,” katanya.
Agar obat herbal bisa masuk dalam pengobatan formal, menurutnya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya harus lulus uji ilmiah, dan lulus regulasi yang dibuat oleh BPOM.


“Saat ini, banyak penawaran obat herbal yang bisa menyesatkan. Masyarakat perlu hati-hati,” tandas Endang. (inung/rf)

Comments

Popular posts from this blog

Tata Ulang Pengawasan Obat

Obat dalam kehidupan manusia berperan penting, bahkan pada kondisi tertentu manusia menjadi bergantung pada obat. Orang yang berpenyakit hipertensi dan diabetik, misalnya sepanjang hidupnya harus mengonsumsi obat tertentu untuk mempertahankan kualitas hidupnya. Dengan dosis, indikasi dan waktu yang tepat, obat dapat menjadi farmakoterapi efektif untuk mencegah atau mengobati penyakit. Sebaliknya, obat bisa menjadi racun berbahaya apabila digunakan secara salah. Masalah-masalah yang terkait dengan obat ini dikenal dengan istilah drug related problems (DRP). Di Amerika Serikat, kasus DRP ini selain menelan korban berupa kematian, juga menimbulkan kerugian finansial yang sangat besar. Di Indonesia tidak ada penelitian yang melaporkan kasus DRP secara nasional. Namun,  dapat diprediksi kasus DRP jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di Amerika Serikat. Penelitian di Rumah Sakit Sardjito,  misalnya, terjadi kasus  interaksi obat 59 persen untuk pasien rawat...

Menghentikan Obat Ilegal

Terungkapnya  produksi obat ilegal dan peredaran obat kedaluwarsa mengingatkan kembali pada kerentanan konsumen dalam isu kesehatan. Temuan pihak kepolisian serta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memperlihatkan produksi obat llegal dan penggantian tanggal kedaluwarsa obat telah menjadi bisnis ilegal berskala besar. Obat ilegal diproduksi  di lima pabrik di kawasan pergudangan Surya Balaraja, Tangerang. Sementara penggantian tanggal kedaluwarsa dilakukan di banyak toko obat di Pasar Kramat Jati dan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, yang dikenal sebagai pusat penjualan obat. Toko-toko tersebut memiliki peralatan yang diduga digunakan mengganti tanggal kedaluwarsa obat. Sebelum kepolisian dan BPOM mengungkap adanya produksi dan distribusi obat ilegal dan obat kedaluwarsa, harian Kompas sudah melaporkan adanya bisnis ilegal tersebut pada 12 Agustus lalu. Apotek rakyat di pusat penjualan obat di atas menjadi sasaran para pemasar obat ilegal. Dari sana obat ilegal d...

1 Truk Obat Kadaluwarsa Disita

MATRAMAN (Pos Kota)  – Memberi keamanan dan kenyamanan bagi pembeli, petugas Pasar Pramuka bersama Balai Pengawas Makanan dan Obat (BPOM) menyita obat-obat kadaluwarsa dari para pedagang. Ribuan obat yang  mencapai satu truk itu langsung dimusnahkan. Kepala Pasar Pramuka, Ruslan, mengatakan aksi yang dilakukan pihaknya untuk memberikan kenyamanan bagi para pembeli. “Jangan sampai pembeli menjadi korban pedagang yang nakal karena menjual barang kadaluwarsa. Dari hasil razia yang kami lakukan bersama BPOM, kami menyita ribuan jenis obat,” katanya, Jumat (2/12). Menurut Ruslan, ribuan obat yang diamankan pihaknya merupakan obat yang tidak memiliki  faktur, kadaluwarsa, dan oversize. Keseluruhan obat itu langsung disita petugas yang jumlahnya cukup fantastis. “Jumlah detilnya saya tak tahu pasti, yang jelas mencapai ribuan dan mencapai satu truk,” ujarnya. YAKINKAN PEMBELI Beruntung, kata Ruslan, dalam penyitaan yang dilakukan itu, seluruh pedagang bersedia ...